Cara Menurunkan Demam pada Anak dengan Aman & Alami

Anak dikatakan demam bila pengukuran suhu ketika di atas 37,2° Celsius. Atasi demam anak dengan mandi air hangat, kompres hangat, perbanyak minum, dan cukup istirahat.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Cara menurunkan demam pada anak-Bebeclub


Ada berbagai cara menurunkan demam pada anak. Mulai dari kompres air hangat, perbanyak minum, istirahat yang cukup, hingga pakai bawang merah dengan cara khusus.

Mengapa Anak Mudah Demam?

Demam pada anak adalah respons alami tubuh dalam melawan infeksi. 

Anak-anak umumnya lebih rentan mengalami demam daripada orang dewasa karena sistem imun tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. 

Penyebab demam sangat beragam, mulai dari infeksi virus atau bakteri, reaksi tubuh setelah imunisasi, sedang tumbuh gigi, kelelahan, maupun kondisi medis tertentu. 

Kapan Anak Disebut Demam?

Anak dikatakan demam bila pengukuran suhu tubuhnya menunjukkan hasil berikut: 

  • Ketiak (aksila): suhu tubuh ≥ 37,2° Celsius.
  • Mulut (oral): suhu tubuh ≥ 37,8° Celsius.
  • Dubur (rektal), telinga, atau dahi: suhu tubuh ≥ 38° Celsius.

Demam pada anak umumnya masih tergolong normal bila berlangsung 1-4 hari, terutama jika anak masih aktif dan mau minum. 

Jika demam lebih dari 3 hari atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter ya, Bu.

Baca Juga: 13 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak agar Optimal

Cara Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat

Penanganan pertama saat anak demam penting untuk menormalkan kembali suhu tubuhnya. Berikut beberapa cara menurunkan demam pada anak yang bisa Ibu Bapak lakukan di rumah:

1. Kompres Air Hangat

Cara mengatasi demam pada anak yang paling penting dan mudah dilakukan adalah kompres air hangat di bagian leher dan ketiak. Kompres hangat akan mengeluarkan panas tubuh lewat pori-pori kulit.

Gunakan air suam-suam kuku dan tempelkan waslap bersih selama beberapa menit. Jika waslap sudah dingin, basahi kembali dan ulangi hingga suhu tubuh anak lebih stabil.

Namun, Ibu perlu hindari kompres air dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan anak menggigil, suhu tubuh justru naik, serta berisiko mengiritasi kulit dan saluran napas.

2. Mandi atau Lap dengan Air Hangat

Cara menurunkan demam pada anak lainnya adalah dengan mengajaknya mandi pakai air hangat suam-suam kuku. 

Hindari memandikan anak dengan air dingin, Bu, karena bisa membuatnya menggigil sehingga berakibat pada meningkatnya suhu tubuh si Kecil.

Jika si Kecil tidak mau mandi, Ibu bisa membersihkan tubuhnya menggunakan handuk hangat. Ini bisa membuat tubuhnya jadi lebih nyaman, rileks, dan membantu meredakan demam.

3. Pakaian Tipis dan Lingkungan Sejuk

Setelah mandi, segera keringkan tubuh anak dengan handuk lembut dan pakaikan baju yang nyaman. Pilih pakaian tipis dan adem agar panas tubuh lebih mudah keluar.

Hindari pakaian tebal, berlapis, jaket, atau selimut tebal karena dapat memerangkap panas dan membuat suhu tubuh anak semakin naik.

Sebagai salah satu cara menurunkan demam pada anak, pilihkan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Jika anak kedinginan, selimuti secukupnya hingga ia hangat kembali.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Pilek dengan Cepat pada Anak

4. Banyak Minum untuk Cegah Dehidrasi

Anak yang demam sangat berisiko dehidrasi karena tubuhnya kehilangan banyak cairan. Bila dibiarkan, dehidrasi pada anak sangat berbahaya.

Oleh sebab itu, pastikan anak terus mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Hindari memberikan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, atau minuman bersoda. 

Jenis minuman ini justru bisa membuat anak buang air kecil terus-menerus sehingga anak lebih cepat kehilangan cairan tubuh.

5. Istirahat dan Tidur Cukup

Saat anak demam, sangat penting untuk membiarkannya banyak tidur dan istirahat agar panas tubuhnya cepat turun. 

Selama ia tidur, sistem kekebalan tubuh anak bekerja paling optimal untuk melawan infeksi penyebab demam. Aktivitas yang berlebihan bisa membuat demam anak tidak kunjung turun.

Untuk sementara waktu, sebaiknya kurangi aktivitas dan waktu bermain anak sampai ia kembali pulih seperti sedia kala.

Penurun Panas Anak Alami yang Aman

Cara menurunkan demam pada anak juga bisa menggunakan bahan dan metode alami, seperti berikut:

1. Bawang Merah

Cara menggunakan bawang merah untuk menurunkan panas adalah dengan mengiris atau menghaluskan 2-3 siung bawang, lalu campurkan dengan minyak telon atau minyak kayu putih.

Balurkan campuran tipis-tipis ke area punggung atau telapak kaki anak sambil dipijat lembut saat ia sedang beristirahat. Bawang merah mengandung antioksidan quercetin dan flavonoid yang bersifat antiinflamasi. 

Beberapa penelitian menyebutkan olesan bawang merah dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan mempercepat pelepasan panas tubuh melalui kulit. Namun, perlu diingat, Bu, cara ini bukanlah pengganti obat medis, ya.

Baca Juga: 13 Penyakit yang Umum Terjadi pada Anak Balita

2. Metode Tradisional Lain yang Aman

Cara menurunkan demam pada anak bisa dengan memberikan pijatan agar anak lebih rileks. Pijatan harus dilakukan perlahan dan lembut, bukan dengan tekanan kuat agar anak nyaman.

Ibu juga bisa pakai minyak telon secukupnya untuk memberi rasa hangat di tubuh. Di samping itu, buat kamar tidurnya tetap sejuk agar si Kecil tetap merasa nyaman.

Misalnya, menyalakan kipas angin untuk memastikan sirkulasi udara kamar si Kecil tetap lancar dan supaya ia tidak merasa kepanasan ataupun kedinginan.

Hal yang Tidak Dianjurkan saat Anak Demam

Tak hanya menerapkan berbagai cara menurunkan demam pada anak, Ibu Bapak juga perlu mengetahui hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat anak demam:

  • Hindari mengompres anak dengan alkohol.
  • Hindari pakai air dingin untuk mengompres anak. 
  • Hindari melepas pakaian anak dan membasahi tubuhnya dengan air untuk mendinginkannya. 
  • Jangan menutupi tubuh anak dengan banyak pakaian dan selimut tebal.
  • Jangan memberikan sembarang obat kepada anak, terlebih tanpa saran dari dokter.

Demam Anak Berapa Derajat Harus Diberi Penurun Panas?

Ibu dapat mempertimbangkan pemberian obat penurun panas bila demam anak sudah mencapai suhu 38° Celsius. 

Pemberian obat ini sebaiknya ditujukan utamanya untuk membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan orang tua. 

Namun, sebelum memberikan obat sebaiknya Ibu berkonsultasi dulu dengan dokter untuk menentukan jenis dan dosis yang tepat sesuai berat badan serta usia anak. 

Kapan Harus ke Dokter?

Meski demam pada anak bisa pulih dalam beberapa hari, tapi jangan tunda untuk memeriksakan kondisi si Kecil ke dokter bila muncul tanda bahaya berikut:

  • Demam di usia kurang dari 3 bulan dengan suhu tubuh 38° Celsius atau lebih. 
  • Anak demam disertai ruam kulit, diare berkepanjangan, dan muntah berkali-kali. 
  • Muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil sedikit, tidak keluar air mata saat menangis, dan tidak seaktif biasanya. 
  • Demam anak sudah berlangsung lebih dari 5 hari. 
  • Memiliki masalah medis kronis seperti penyakit sel sabit atau kanker.
  • Demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja.
  • Memiliki penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal.
  • Demam disertai ruam.
  • Anak tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak.
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir, lidah, dan kuku si Kecil tampak berwarna kebiruan.
  • Ubun-ubun terlihat cekung.
  • Ada kekakuan di leher anak.
  • Nyeri kepala hebat.
  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah.
  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar.
  • Anak tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum.
  • Anak tampak gelisah.

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar cara menurunkan demam pada anak, kondisi kesehatan lainnya, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. NHS Editorial Team. (2017, October). High temperature (fever) in children. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/symptoms/fever-in-children/
  2. Stanfordchildrens Editorial Team. (2026). ‌Fever in Children. Stanfordchildrens.org. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fever-in-children-90-P02512
  3. ‌UCDavis Health Editorial Team. (2025, January 8). When to be concerned about fevers in children: Pediatricians answer your questions | Cultivating Health. Cultivating-Health; UC Davis Health. https://health.ucdavis.edu/blog/cultivating-health/when-to-be-concerned-about-fevers-in-children-pediatricians-answer-your-questions/2025/01
  4. Fever (High Temperature) In Kids (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  5. Fever in babies and kids: Causes, treatment, and when to worry. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/fever-and-your-baby-or-child_84#how-to-treat-a-fever-in-your-baby-or-child
  6. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
  7. (n.d.). JOURNAL OF UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA. Retrieved 21 June 2023, from https://journal2.unusa.ac.id/index.php/JHS/article/download/2048/1441/10613
  8. A review of anti-inflammatory, antioxidant, and immunomodulatory effects of Allium cepa and its main constituents. (2021). Pharmaceutical Biology. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/13880209.2021.1874028
  9. IDAI | Penanganan Demam pada Anak. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
  10. Jarvis, S. (2020, February 18). Fever in Children (High Temperature). Patient.info. https://patient.info/childrens-health/fever-in-children-high-temperature


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait